sedikit mampir sedikit ilmu banyak mampir banyak ilmu terimakasih telah membuka blok sederhana ini ..


Sumber : Google
Cinta Bengkulu, Cinta Besurek
Masih
hangat diperbincangkan karnaval yang diadakan di Provinsi Bengkulu pada tanggal
11 November 2015, apa lagi kalau bukan karnaval Batik Kain Besurek. Sebagai memperingati
hari batik nasional, provinsi Bengkulu turut andil memperkenalkan salah satu warisan
provinsi Bengkulu. Jika kita berbicara batik, maka kita memang teringat daerah Jawa
dengan batik-batiknya yang terkenal seperti batik Pekalongan, batik Yogyakarta dan
lain sebagainya. Provinsin Bengkulu memang tidak memberikan sebutan batik namun
kain, walau banyak orang yang menyebutnya Batik Besurek tetapi yang benar Kain
Besurek. Kain Besurek berasal dari dua kata, yaitu Kain dan Besurek. Kain adalah Tekstil. Besurek berasal
dari dua kata juga, yaitu be(r) yang
artinya mempunyai / memiliki, dan surek dari bahasa Bengkulu yang artinya surat / tulisan. Jadi,
Kain Besurek artinya "Kain yang
memiliki tulisan / surat". Surat yang terdapat pada kain besurek
merupakan motif, pada beberapa kain yang digunakan pada upacara adat, motif
surat atau kaligrafi memang benar huruf arab, namun banyak motif kain besurek,
huruf tersebut hanya menyerupai huruf arab. Terdapat beberapa motif dasar kain
besurek seperti motif kaligrafi, motif bunga rafflesia, motif
burung kuau, motif relung pakumotif
rembulan. Biasanya kain besurek memiliki satu hingga dua paduan motif dalam
satu kain, perpaduan dari motif tersebut memberikan keindahan tersendiri. warna
batik kain besurek juga berbeda dengan batik jawa. batik jawa identik dengan
warna coklat, kuning, merah, hijau, dan biru. sedangkan batik kain besurek
memiliki warna yang lebih cerah dan beragam.
Jika
dilihat dari sejarah kain besurek, menurut beberapa cerita sejarah, batik
besurek diperkenalkan pedagang Arab dan pekerja asal India pada abad ke-17
kepada masyarakat di Bengkulu. Hingga kini semakin berkembang pengerajin batik
dan kreasi-kreasi motif kain besurek. Inovasi yang diberikan para pengerajin
kain batik hingga kini semakin meningkat, harga kain besurekpun telah beraneka
ragam, mulai dari harga yang termurah hingga harga yang mahal. Perhatian
provinsi Bengkulu terhadap kain besurek kini amat besar, saya masih teringat 4
tahun lalu bahkan 10 tahun lalu ketika saya masih SMP, saya memang mempelajari
pembuatan kain besurek dan memakai
sebagai seragam sekolah, namun kemeriahan untuk menghargai dan memberikan kebanggan
untuk batik tidak seperti saat ini. Hal tersebut mungkin karena belum adanya
hari batik nasional. Pemerintah sekarang terus mengawasi perkembangan kain
besurek, kain besurek kini telah menjadi seragam wajib pemerintahan provinsi
Bengkulu serta para siswa dan guru telah menggunakan batik kain besurek sebagai
seragam sekolah. Hal ini merupakan sebuah kebudayaan yang harus terus
diperhatikan karena bangsa yang maju adalah bangsa yang menghargai dan bangga
akan kebudayaannya sendiri. Dari kebudayaan suatu bangsa dapat dilihat dari
kemajuan dan Intelektualitas masyarakatnya. Kemeriahan karnaval kain besurek
terlihat betapa besar perhatian pemerintah terhadap kain besurek, hingga saya
melihat disepanjang kantor pemerintahan, sekolah, dan beberapa fasilitas umum
seperti rumah sakit terdapat slogan “I love Batik Kain Besurek”. Karnaval yang
menumpah ruahkan pelajar dan pegawai provinsi Bengkulu seperti layaknya karnaval
yang diadakan di daerah Jawa. Bangga adalah satu kata yang menggambarkan
kebahagiaan melihat kemajuan yang terjadi sekarang. Perhatian mahasiswa sebagai
pemuda bangsa terhadap batik juga terlihat, karena dibeberapa universitas sudah
menjadikan batik sebagai salah satu seragam mereka, walau tidak semua batik
yang digunakan bukan berasal dari kain besurek. Batik secara nasional memang
menjadi sorotan dunia sebagai warisan bangsa, Indonesia sebagai bangsa yang
plural dengan ragam kebudayaannya mampu memberikan beraneka ragam motif batik
yang memberikan kekutan tersendiri bagi warisan bangsa yang telah diakui dunia.
No comments:
Post a Comment