10 October 2016

Cerpen Cinta yang ku relakan PERGI

sedikit mampir sedikit ilmu banyak mampir banyak ilmu terimakasih telah membuka blog sederhana ini ..

kangen uploud... kangen nyebarin kata-kata...

 ini adalah cerpen ke dua yang keterima di salah satu buku terbitan indie.. bangga sih, dan sekarang lagi berjuang buat ke mayor.. Doain yaaaaa......



SANG PEMILIK RASA
Aku ini ada yang memiliki, kamu juga ada yang memiliki, sang pemilik kita sama. Aku akan merayu sang pemilikmu untuk mendapatkanmu, jika tidak bersamamu maka semua akan kukembalikan pada sang pemilik rasa
“Assalamualaikum dek” suara yang kudengar dari poselku pagi itu. telepon yang tiba-tiba berdering dipagi hari. Sabtu itu tiba-tiba pelangi menghampiriku, jantung berdetak tak karuan ketika melihat nama yang meneleponku.
“Waalaikumsalam kak” jawabku dengan nada lembut dan sedikit gugup menjawab telepon dari kak Ligan.
“adek kenapa nggak jadi ikut oriabanya” ucap kak Ligan sedikit penasaran.
“emm.... besok senin mau kuis kimia dasar kak, jadi besok mau belajar” jelasku dengan kak Ligan.
Suaraku sedikit berubah menjadi sendu, karena aku sebenarnya ingin mengikuti oriaba organisasi tersebut dan bercampur dengan rasa bahagiaku yang tiba-tiba menghampiriku dengan rasa yang sedikit aneh, entahlah rasa apa yang sedang menghampiri hati milik Allah ini.
“kan belajarnya bisa malamnya dek, ayolah ikut dek... kakak doakan kamu dapat 100” ajaknya kepadaku sedikit merayu. Mendengarkan nada dan kata-kata itu sebagai wanita yang hanya manusia biasa ada beberapa gelombang yang membuat bibir tersenyum, hati gembira, dan ingin loncat-loncat.
“ya udah kak, insyaAllah Mei ikut” jawabku.
“ok, kakak tunggu kehadirannya besok, wassalam” sahutnya dan segera mengakhiri teleponnya kepadaku.
Setelah telepon tersebut, aku benar-benar sedikit aneh, bisa jadi karena koneksi otakku telah dikalahkan oleh sinyal perasaanku. Perasaan ini membuat aku penasaran kenapa kak Ligan sampai meneleponku menyuruhku ikut oriaba tersebut, akhirnya aku menghubungi sahabatku Eka untuk menanyakan apakah dia juga dihubungi oleh kak Ligan, tenyata tidak. Malam datang dan masih saja aku memikirkan dia, dia makhluk adam yang kukenal setelah memasuki dunia kuliahku, yang mampu mengalihkan pandanganku. Mengenalnya bagiku merupakan cerita Allah, karena hingga memasuki dunia kuliah, aku masih tidak percaya apakah aku memilih jurusan yang aku jalankan saat ini.
***
Hari minggu pun tiba, ORIABA organisasi islami akan dilakukan. Aku dan Eka memutuskan untuk mengikuti ORIABA tersebut. Hari itu antara wanita dan laki-laki dipisahkan, jadi tak terlihat dimana kak Ligan itu berada. Setelah semua berkumpul, kami semua menuju lokasi tempat ORIABA dilakukan, dilokasi itulah aku melihatnya dari kejauhan. Hari minggu ini terasa berbeda mungkin terlalu berlebihan apa yang aku rasa, berkali-kali aku beristighfar sesekali memejamkan mata untuk tidak memperhatikannya. Hati ini mulai berkata, apa benar dia pemilik hati yang rapuh ini?, aku bagai terlilit oleh lingkaran bunga yang wangi namun menggangguku. ORIABA itupun berjalan lancar dan ketika akan melakukan shalat dhuhur kami berpapasan dimasjid untuk mengambil wudhu, lagi-lagi aku bagai dihempas oleh lembutnya salju ketika senyum itu ia torehkan kepadaku.
“akhirnya ikut juga..semoga besok nilainya 100, aamiin” sambil senyum, sapa kak Ligan.
 “iya kak, makasih” jawabku dan langsung menuju tempat mengambil wudhu.
Sapaan singkat itu seperti menyambungkan saraf antara saraf mata, dan hati dan memberikan efek pada bibir yang ingin tersenyum selalu, astaghfirullah ada apa dengan hatiku sekarang, apakah sudah mulai hilang keimananku, pemikiran tersebut terbesit difikiranku hingga aku menyelesaikan shalat dan doaku, hingga acara tersebut berakhir masih saja ada yang aneh dari hatiku.
***
Setelah acara tersebut, keesokkan harinya aku benar-benar mendapatkan nilai 100. Sebuah kebetulan dari Allah yang semakin meninggikan perasaanku. Kak Ligan adalah kakak tingkatku 2 tahun diatasku dan beberapa acara jurusanku kami sering bertemu hingga praktikum kak Ligan adalah asistennya. Saat itu ada praktikum yang ia asisten, hingga akhir praktikum kak Ligan sama sekali tidak pernah menyebut namaku untuk mengerjakan sesuatu, ia tidak pernah menyuruhku kedepan mengerjakan soal dan lain-lain mungkin saja benci atau ntahlah, yang membuat beberapa temankku marah dan protes.
 Certita yang tak pernah aku rencanakan, dan ini murni skenario dari Allah yang kadang membuat aku nyesek, aku dan kak Ligan menjadi permainan kakak tingkatku dan hampir seluruh mahasiswa jurusanku, yang sering mengganggu dan bermain-main atas hal ini, digambarkan oleh mereka bahwa aku dan kak Ligan memiliki hubungan khusus, padahal antara aku dan kak Ligan tidak pernah ada apa-apa. Semua cerita itu aku jadikan sebagai doa, yang aku aamiinkan. Semua menjadi seperti cerita yang seakan indah tapi hanya sebatas permainan. Sifat kak Ligan yang amat baik, dan hanya tersenyum terkadang membuat aku bingung apakah bener ada segores rasa, atau memang hanya permainan, aku pasrah pada skenario Allah saja. Komunikasi antara aku dan kak Ligan tidaklah spesial hanya sebatas antara adik tingkat dan seniornya, namun beberapa kali ia mempercayaiku untuk membantunya.
 Setelah ia tamat komunikasi kami masih lancar namun baru kusadari, ketika bertemu, antara kami tidak berani untuk berkomunikasi. Kami seperti tak saling mengenal termasuk aku, yang berat sekali berkata-kata didepannya, ntahlah namun itu yang aku rasakan. Caranya mengindahkan Allah SWT membuat aku jatuh hati padanya, dan sifatnya membuat aku berani menyebut namanya dalam doaku. Kebaikan yang ia berikan hingga saat ini bagiku spesial walau bagi ia tidak, karena ia baik pada semuanya. Fikiran ini kadang bertanya apakah ia mampu membaca hati dalam diam ini, apakah ia mampu melihat tertutupnya hati karenanya. Perhatian kadang ia berikan disaat semangatku mulai melemah, bukan hanya ia yang rela atas waktunya menghandiri undangan saat miladku yang saat itu ia harus les, namun ia meneleponku ketika malam yang besoknya aku harus seminar proposal. Kenangan itu bagiku luar biasa walau hanya aku yang rasa.
Bersamanya hanya Allah yang tau, selalu aku percaya pada kata sahabatku “kalau dia tahu kamu cinta, terus mau ngapain? Nikah? Emang sudah siap?” pesan ini yang membuat aku bertahan atas semua harapanku pada kak Ligan, aku bertahan atas diam, dan semua keadaan yang hanya permainan saja. Percaya pada cinta Allah, cinta yang tak pernah membuat sakit hati, cinta yang tak membuat kecewa bahkan galau akut. Skenario Allah amat indah, aku percaya. Aku selalu mengikuti setiap perjalanan atas perjuangannya menggapai impiannya. Masing aku ingat saat aku KKN aku menerima pesan singkat dari kak Ligan untuk berpamitan karena ia akan mengikuti tes pascasarjana. Saat ini aku harus menadahkan kedua tanganku untuk meminta pada sang pemilik kita untuk menjagamu, membahagiakanmu, dan mendamaikan hatimu disana setelah berpamitan kak Ligan padaku baru-baru ini untuk pergi bekerja ke pulau Sambu meski akhirnya skenario ini tak berakhir padamu aku sangat bersyukur telah mengenalmu didalam hidupku, yang memberikan warna indah hidupku. Wallahu a'lam.

setiap Rasa pasti ada pemiliknya... Serahkan..

KANGEN ITU SEPERTI IKATAN air DAN minyak

sedikit mampir sedikit ilmu banyak mampir banyak ilmu terimakasih telah membuka blok sederhana ini ..  2018... Sudah berakhir 2 bulan ya...