BAB IV
HASIL DAN
PEMBAHASAN
Hasil Percobaan
|
No
|
Perlakuan
|
Pengamatan
|
Kemungkinan Anion
|
|
1
|
Sampel padat + H2SO4 pekat
+ dipanaskan
|
Tidak bereaksi
|
Sulfat, fosfat, borat, arsenat, arsenit
|
|
2
|
Sampel cair + NH4OH encer + BaCl2
+ HCl
|
Tidak bereaksi
|
Sulfat ( - )
|
|
Sampel cair + HNO3 encer + AgNO3
|
Adanya endapan
|
Halida ( + )
|
|
|
3
|
Sampel cair
+ HCl 6M + BaCl2
|
Tidak ada endapan
|
Sulfat ( - )
|
|
Sampel cair
+ HCl 6M + BaCl2
|
Tidak ada endapan
|
Sulfit ( - )
|
|
|
Sampel padat + HCl 6 M + Ba(OH)2
|
Tidak ada endapan
|
Karbonat ( - )
|
|
|
Sampel cair + HNO3 encer + dipanaskan
+ AgNO3 + NH4OH
|
Endapan tidak larut
|
I- ( + )
|
|
|
Sampel padat + H2SO4 pekat
+ Ethyl alkohol + dipanaskan
|
(Harum)Bau minyak ambon
|
Acetat ( + )
|
Pembahasan
Dari praktikum yang berjudul “ Analisa Kation
“, praktikan dituntut untuk dapat mempelajari dan mengidentifikasi anion
golongan sulfat, golongan halida dan golongan nitrat. Penyelidikan anion dalam
percobaan ini dilakukan tiga cara yaitu reaksi dengan asam sulfat pekat bila
sampel padat, tes kelarutan dari golongan bila sampel cair, dan tes spesifikasi
/ individu.
A.
Reaksi dengan asam sulfat pekat untuk
sampel padatan
Pada percobaan ini, ketika sampel padat
ditambahkan ditambahkan beberapa tetes asam sulfat pekat lalu dipanaskan,
ternyata larutan tidak mengalami perubahan / tidak bereaksi. Maka berdasarkan
hasil uji tersebut dapat dinyatakan bahwa kemungkinan anion yang ada dalam
percobaan ini adalah anion sulfat, anion fosfat, anion borat, anion arsenat dan
anion arsenit.
B.
Tes golongan anion untuk sampel cair
Pada cara kerja II ini dilakukan dua
percobaan yaitu identifikasi golongan sulfat dan identifikasi golongan halida.
1. Golongan Sulfat
Pada percobaan ini, sampel cair
ditambahkan larutan NH4OH encer, tujuannya penambahan ini adalah
agar larutan bersifat basa. Kemudian ditambahkan larutan BaCl2, pada
waktu penambahan ini tidak ada endapan yang terbentuk. Setelah itu, ditambahkan
HCL, yang bertujuan agar larutan bersifat asam. Pada waktu penambahan tersebut
tidak juga terbentuk endapan. Ini menunjukkan bahwa hasil uji golongan sulfat adalah
negatif ( - ).
2. Golongan Halida
Pada percobaan ini, sampel cair
ditambahkan larutan HNO3 encer, lalu dipanaskan dan ditambahkan
beberapa tetes larutan AgNO3. Pada waktu penambahan larutan AgNO3
ternyata timbul endapan pada larutan tersebut. Ini menunjukkan bahwa pada
sampel cair ini hasil uji positif karena terbentuknya endapan dan
kemungkinan terdapat anion golongan
halida.
C.
Tes spesifikasi untuk anion
Pada cara kerja III ini, dilakukan lima
percobaan yaitu uji anion sulfat, uji anion sulfit, uji anion karbonat, uji
anion halida dan uji anion asetat.
1. Sulfat
Pada percobaan ini, sampel cair
ditambahkan larutan HCl encer dan larutan BaCl2. Pada waktu
penambahan ini tidak ada endapan putih yang terbentuk. Ini menunjukkan bahwa
hasil uji spesifikasi anion sulfat adalah negatif ( - ) karena tidak terdapat
endapan putih SO42-.
2. Sulfit
Pada percobaan ini, sampel cair
ditambahkan larutan HCl encer, yang bertujuan agar larutan bersifat asam. Kemudian
ditambahkan larutan BaCl2.
Pada waktu penambahan tersebut, tidak ada endapan yang terbentuk. Ini
menunjukkan bahwa hasil uji spesifikasi anion sulfit adalah negatif ( - )
karena tidak terdapat endapan putih dari barium sulfit yang menunjukkan adanya
SO32-.
3. Karbonat
Pada percobaan ini, sampel padat
ditambahkan larutan HCl 6M dan larutan Ba(OH)2. Pada waktu
penambahan ini tidak ada endapan putih yang terbentuk. Ini menunjukkan bahwa
hasil uji spesifikasi anion karbonat adalah negatif ( - ) karena tidak terdapat
endapan putih yang menunjukkan adanaya anion CO32-.
4. Halida
Pada percobaan ini, sampel cair
ditambahkan larutan HNO3 encer, dipanaskan sampai tidak ada bau
sengak dari SO2. Kemudian ditambahkan larutan AgNO3.. Pada waktu penambahan tersebut, terdapat
endapan berwarna kuning. Ketika ditambahkan larutan NH4OH endapan
kuning tersebut tidak larut. Ini menunjukkan bahwa hasil uji spesifikasi anion
halida adalah positif ( + ) karena tidak larutnya endapan kuning dari larutan NH4OH
yang menunjukkan adanya anion I-.
5. Asetat
Pada percobaan ini, sampel padat
ditambahkan larutan H2SO4 pekat dan larutan ethyl alkohol.
Kemudian dipanaskan hingga mendidih. Setelah mendidih, ternyata tercium
aroma harum seperti minyak ambon. Hal ini menunjukkan bahwa hasil uji
spesifikasi anion asetat adalah positif karena aroma yang dihasilkan adalah
aroma khas minyak ambon.
BAB V
KESIMPULAN DAN
SARAN
5.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat
diperoleh dari percobaan ini adalah sebagai berikut:
- Analisa kualitatif merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk mempelajari kimia dan unsur-unsur serta ion-ionnya dalam larutan.
- Anion adalah atom / molekul yang bermuatan negatif.
- Anion dibagi menjadi tiga golongan yaitu golongan sulfat, golongan halida dan golongan nitrat
- Pada percobaan reaksi dengan asam sulfat pekat, sampel padat mengandung anion dari golongan sulfat, fosfat, borat, arsenat, arsenit.
- Pada percobaan tes kelarutan golongan anion, sampel cair mengandung anion dari golongan halida.
- Pada percobaan tes spesifikasi anion, sampel cair mengandung anion dari golongan halida tepatnya anion I-. Sedangkan pada sampel padat mengandung anion asetat
( C2H3O-
).
5.2 Saran
- Sebaiknya alat – alat yang digunakan pada percobaan mencukupi dan sesuai percobaan tersebut, sehingga praktikan tidak mendapatkan masalah karena kekurangan alat.
- Asisten praktikum seharusnya lebih memperhatikan pekerjaan praktikan sehingga tidak terjadi kesalahan prosedur.
- Pada saat praktikum, diharapkan para praktikan supaya teliti, karena dalam pencampuran larutan apabila terdapat kesalahan maka akan mempengaruhi pada hasil akhir percobaan yang dilakukan.
No comments:
Post a Comment